sayap melambai terbang hinggap di tiang listrik ocehanpun nyaris merdu namun tak kuasa tertelan deru ombak jakarta langkah kian rame bersemangat cari kepastian menunggu waktu di pojok gambir atas trotoar tukang ojek telah menyelesaikan tugasnya, memebaca koran berita markus yang rampung dalam mimpi spontan menyapa mengucap salam pada perempuan yang masih bau anyir jadi konsumen kali ini
segelas kopi temani satpam mengoreksi wajahwajah asing tueeeet... klakson menggema mengabarkan bahwa kereta telah tiba di atas punggung kereta saudaraku asik saja menikmati perjalanan menuju ruang harapan dengan tak ingat lagi nyawa jadi jaminan
tukang asong jinjing tersenyum dua gelas plastik susu laku penunggu angkot halte gayuh sepeda perempuan setengah baya berkerudung asik boncengkan anak usia subur blajar mentari muncul dari balik Ganas merias wajah Monas yang konon menjadi titik nol dalam sejarah yang pantas
laju busway tanpa rintang menggugah lamunan...kapan aku bisa turun kereta di stasiun gambir?
Jakarta 21 mei 2010