Sabtu, 25 Desember 2010

Murahnya martabat anak negeri


                     janji yang tergadai dengan sembako
                     tukang sate jadi buruan
                     matrealisme jadi pokok idola
                     riang wajah kerumun
                     menyambut sang raja membagi aura
                     saling unggul ajang promosi
                     lupa sejarah lahir dalam pelukan ibu pertiwi
 



                                                   Pekalongan, 11 Maret 2009

Jumat, 24 Desember 2010

Kutitip kata di stasiun gambir


sayap melambai terbang hinggap di tiang listrik ocehanpun nyaris merdu namun tak kuasa tertelan deru ombak jakarta langkah kian rame bersemangat cari kepastian menunggu waktu di pojok gambir atas trotoar  tukang ojek telah menyelesaikan tugasnya, memebaca koran berita markus yang rampung dalam mimpi spontan menyapa mengucap salam pada perempuan yang masih bau anyir jadi konsumen kali ini

segelas kopi temani satpam mengoreksi wajahwajah asing  tueeeet... klakson menggema mengabarkan bahwa kereta telah tiba di atas punggung kereta saudaraku asik saja menikmati perjalanan menuju ruang harapan dengan tak ingat lagi nyawa jadi jaminan

tukang asong jinjing tersenyum dua gelas plastik susu laku penunggu angkot halte gayuh sepeda perempuan setengah baya berkerudung asik boncengkan anak usia subur blajar mentari muncul dari balik Ganas merias wajah Monas yang konon menjadi titik nol dalam sejarah yang pantas
laju busway tanpa rintang menggugah lamunan...kapan aku bisa turun kereta di stasiun gambir?





                                                                    Jakarta 21 mei 2010